Senin, 04 Agustus 2014

AKU BUKANLAH



Aku bukanlah sajak-sajak,yang bisa kau nikmati lalu dibuang
Aku bukanlah permata,yang kau gunakan ketika kau butuh
Aku bukanlah sumber dahagamu,yang kau pakai ketika kau menginginkan
Aku adalah Aku, aku bukan sajak,bukan permata,& bukan sumber dahagamu
Aku ingin kau menerima seperti apa adanya diriku
Aku ingin kau melihat dengan ketulusan hatimu untukku
Aku ingin terbang bersama dengan cinta yang mengutamakan Agama
Aku ingin cinta yang datang memberi faidah
Aku ingin cinta yang datang karena keberkahan
Berkah karena cintamu menuntunku kembali kapada-Nya.


Jumat, 01 Agustus 2014

SELAMAT JALAN KAWAN



Kesakitanku masih terasa,dan masih membekas saat ini
Kau secepat ini pergi tinggalkan kita semua
Terutama keluargamu.......
Aku tak tega melihat semua tangis kesakitan keluargamu
Betapa teramat cintanya mereka kepadamu
Aku hanya terdiam dan terpaku melihat akan hal itu
Tanpa terasa air mata ini terjatuh ....
Sadar hidup untuk mati..
Apapunyang terjadi kita pasti akan merasakan kematian.....
Walaupun demikian wajahmu masih membekas dihatiku..
Detik-detik terakhir kita bercanda bersama..
Bahkan aku bermalam dirumahmu..
Terasa berat untuk melupakanmu
Sosok ceriahmu selalu hadir dalam hariku
Membuat hidupku lara,karena kini kau tak ada
Selamat jalan kawan.......
Disini kusakit,tapi kuberharap kau bahagia disana.


KUASA-MU



Gemuruh suara air sungai dibelakang rumah
Berisik tapi membawa ketenangan
Kupejamkan mata kututup telingah
Terasa hamparan udara menentramkan jiwa
Hati berkata betapa indah karunia-Nya
Tak terasa sepercik air putih jatuh dari kedua bola mataku
Mengakui akan segala kuasa-Mu,yang tak ternilai harganya
Ku persembahkan karya sastraku,hanya untuk memuji-Mu
Ku persembahkan semua yang ada hanya untuk menjadi kekasih-Mu
Karena ku cinta akan semua yang kau persembahkan untuk dunia

UCAPAN TERAKHIR UNTUK SAHABAT



Saat ini aku masih sakit,sakit karna ditinggalkan olehmu
Saat ini aku masih luka,luka karna melihat cara berpergimu
Tetesan air mataku tak cukup untuk menghapus kenangan kita
Banyak hal yang indah kulalui itu karenamu, sahabat
Aku bukan air yang semudah itu menggelamkan kenangan
Aku tak ingin jadi makanan yang dimakan kemudian dilupakan
Aku insan tuhan yang banyak kekurangan
Aku insan tuhan yang sakit ketika kehilangan orang yang kucinta
Sahabat, kenapa kau pergi secepat ini......
Secepat angin yang tak dapat diterka kapan ia akan datang & pergi
Kemaren padahal kita masih bercanda tawa bersama..
Berbicara tentang masa depan yang ingin kita raih..
Kini hanya doa yang bisa kuberi untukmu....
Meskipun perih,sakit masih mengganjal dihatiku....
Tuhan rangkulah dia disampingmu..
Bahagiakan dia disana, dengan fasilitas surgamu..
Semoga tercapai yang ia harapkan,melalui surgamu...
Sahabat,kini aku rela kau pergi...
Tersenyumlah,jemput kebahagiaan abadimu disana